Blog ini adalah blog dofollow, silahkan berkomentar sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan backlink

Jumat, 26 Agustus 2011

all in here

all in here


Khasiat Mandi Matahari Pagi

Posted: 24 Aug 2011 11:21 PM PDT

Beberapa orang kadang takut terkena sinar matahari karena bisa membuat kulit jadi hitam. Tapi sebaiknya jangan hindari sinar matahari, karena ada banyak manfaatnya bagi kesehatan.

Para peneliti telah membuktikan bahwa ada banyak manfaat yang bisa didapat jika seseorang melakukan aktivitas di luar rumah dan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Hal ini akan bermanfaat jika sinar matahari yang didapatkan saat pagi hari.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari sinar matahari bagi kesehatan, seperti dikutip dari Lifemojo, Selasa (23/8/2011) yaitu:

1. Vitamin D
Sinar matahari merangsang tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Sinar matahari yang mengenai wajah, leher, lengan dan kaki selama 10-15 menit bisa menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan tubuh. Vitamin ini meningkatkan penyerapan kalsium di usus dan transfer kalsium di membran sel yang berguna untuk kekuatan tulang.

2. Serotonin
Sinar matahari bisa merangsang produksi serotonin (neurotransmitter di otak yang mengatur suasana hati). Semakin tinggi serotonin yang dihasilkan maka suasana hatia kan lebih positif.

3. Melawan depresi
Sinar matahari melawan dan mengurangi depresi karena melepaskan endorfin yang berfungsi sebagai anti depresi alami dan sangat bermanfaat untuk kasus depresi musiman (seasonal affective disorder/SAD).

4. Meningkatkan sirkulasi darah
Sinar matahari meningkatkan sirkulasi darah dengan cara melebarkan pembuluh darah di kulit, sehingga membawa lebih banyak nutrisi dan oksigen ke sel-sel. Hal ini juga membuat jantung sehat dengan menurunkan denyut nadi dan mengurangi tekanan darah.

5. Bermanfaat untuk kulit
Kondisi kulit kronis seperti jerawat, eksim dan psoriasis mengalami perbaikan serta menurunkan manifestasi dari stretch mark, bekas luka serta gangguan kulit lainnya.

6. Mengurangi risiko kanker
Sintesis vitamin D dirangsang oleh sinar matahari sehingga secara signifikan membantu mengurangi risiko berbagai bentuk kanker seperti prostat, usus besar, payudara dan ovarium. Tapi ingat agar tidak berlebihan, karena justru bisa menyababkan kanker kulit.

7. Mencegah diabetes
Studi baru menunjukkan paparan sinar matahari yang cukup kemungkinan memainkan peran penting dalam membantu mencegah diabetes tipe 1 pada anak-anak, serta menurunkan kadar gula darah dengan menstimulasi penyimpanan kadar gula di otot dan hati.

8. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Sinar matahari mendukung sistem kekebalan tubuh, karena saat terpapar tubuh akan memproduksi lebih banyak sel darah putih yang membantu menangkal infeksi dan penyakit lain yang dihasilkan oleh bakteri, jamur atau virus.

9. Detoksifikasi tubuh
Sinar matahari memembantu mengeluarkan sampah dari dalam tubuh dengan meningkatkan fungsi hati, serta meningkatkan sirkulasi darah sehingga eliminasi sampah melalu darah lebih efisien.

10. Meningkatkan kualitas tidur
Sinar matahari meningkatkan produksi melatonin yang dibutuhkan agar kualitas tidur membaik. Melatonin diproduksi oleh kelenjar pineal, organ kecil seukuran kacang yang ditemukan di dasar otak.

11. Bermanfaat untuk perut
Sinar matahari baik untuk meningkatkan nafsu makan, meningkatkan sistem pencernaan serta proses metabolisme.

Tapi jika sudah terlalu siang, sebaiknya lindungi tubuh dari sinar matahari karena mengandung sinar ultraviolet yang bisa berbahaya bagi tubuh. Perlindungan bisa menggunakan topi, pakaian tertutup atau payung.



Sumber: Detikhealth

Rahasia Kecantikan Para Ahli Kulit

Posted: 24 Aug 2011 11:16 PM PDT

Ahli kulit tentu mengetahui banyak hal mengenai kecantikan kulit. Apa saja rahasia kecil yang mereka lakukan untuk menjaga kulitnya tetap sehat dan cantik?ternyata ini dia rahasianya!!!

Olahraga
Olahraga dan gaya hidup aktif adalah rahasia Gary Goldfaden, MD, dermatolog yang berbasis di Miami. Pada dasarnya, olahraga membantu aliran darah ke seluruh tubuh, sekaligus mendistribusikan nutrisi ke kulit.

Relaks
Tentu Anda sudah tahu, mengernyitkan dahi, menegangkan wajah atau otot leher bisa membuat garis kerut semakin terlihat dan dalam. Saat Anda berolahraga atau sedang serius bekerja, pastikan otot pada wajah dan leher Anda tetap tenang dan santai, saran Frederic Brandt, MD, dari Miami dan New York.

Hindari Rokok
Tentu kita semua ketahui, rokok tidak baik untuk tubuh begitu pun pada kulit. Rokok juga mengganggu aliran oksigen ke kulit, hasilnya, garis-garis halus pada wajah akan makin mendalam dan membuat kulit tidak berseri cantik. Saran Paul M. Friedman, MD, dari Houston, hindari rokok.

Lokasi Duduk
Mungkin terdengarnya seru duduk dekat jendela saat naik pesawat terbang, tetapi, dr Brandt mengingatkan, saat naik pesawat terbang, dan duduk dekat jendela, kulit kita terkena paparan sinar UV lebih besar dari biasanya. Jadi, akan lebih baik untuk memilih tempat duduk jauh dari jendela Tahan Diri Tahan diri Anda untuk tidak menggaruk wajah atau mengorek wajah dengan kuku tangan, karena hal ini bisa mengakibatkan iritasi serta meninggalkan bekas luka, begitu saran Heidi Waldorf, dari New York.

Tidur Cukup
Setiap malam, kita butuh tidur yang nyenyak untuk mengoptimalkan sekresi hormon pertumbuhan, yang mendorong perubahan sel tubuh serta produksi kolagen. Jadi, pastikan Anda tidur cukup setiap malam, setidaknya sebelum pukul 11 malam, ujar dr Brandt. Awasi Sinar Matahari Sinar matahari memiliki efek sangat buruk bagi kulit, karena itu, Kathy Fields, dari San Fransisco menganjurkan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, khususnya antaral pukul 10.00-16.00.

Perhatikan Makanan
Garam dan gula akan menempel pada kolagen yang bisa merusak lebih cepat. Sebaiknya pilih makanan sehat yang kaya akan serat, ujar dr Goldfaden.

Sabtu, 20 Agustus 2011

all in here

all in here


Tips Jadi Orangtua yang Rileks & Tak Otoriter

Posted: 19 Aug 2011 02:11 AM PDT

Sebagai orangtua, Anda tentu ingin si kecil tumbuh jadi anak yang sehat dan cerdas. Anda juga mau si kecil selalu terhindar dari bahaya.

Namun karena terlalu merasa khawatir akan berbagai hal tersebut, Anda jadi terlalu protektif pada anak. Malah ada beberapa orangtua yang kemudian dijuluki sebagai orangtua yang berlebihan.

Seperti apakah orangtua yang berlebihan? Dilansir She Knows, orangtua berlebihan adalah mereka yang berusaha mengajari anak mereka berbagai hal sejak masih ada di dalam kandungan. Orangtua tersebut juga terobsesi memberitahukan si anak berbagai buku dan musik intelektual, bahkan sebelum si kecil bisa merangkak.

Orangtua yang berlebihan sangat terobsesi agar anaknya bisa cepat menguasai sesuatu hal, selalu memastikan semua hal aman untuk anak mereka sehingga si kecil tidak luka. Untuk Anda yang merasa menjadi orangtua seperti itu, jangan terlalu sedih dulu.

Hal di atas memang bisa terjadi tanpa Anda sadari. Sebagai orangtua, Anda hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk si kecil.

Tapi Anda perlu sadar kalau si kecil juga harus dibebaskan berkreasi sendiri. Sebagai orangtua, Anda juga perlu belajar rileks dalam menghadapi segala sesuatu.

Berikut ini tipsnya agar tidak menjadi orangtua yang berlebihan:

1. Gantikan Kemarahan dengan Cinta

Saat Anda marah pada si kecil, langsung peluk dia. Daripada Anda mengeluarkan kata-kata kemarahan atau bahkan memukul, cobalah gantikan emosi itu dengan cinta.

Respon itu akan lebih baik untuk Anda dan si kecil. Cara itu juga berarti Anda mengajarkan pada anak untuk menghadapi sesuatu dengan tindakan konkrit, bukan kata-kata yang tidak jelas.

2. Kasih Sayang & Penghargaan

Dalam menjalani hidup sehari-hari bersama anak, camkan hal ini: perlakukan anak dengan kasih sayang dan hargai anak. Memang terkesan sepele ya, tapi terkadang orangtua lupa menghargai anak-anak karena mereka dianggap masih kecil.

3. Jangan Terlalu Berekspektasi Tinggi

Beberapa orangtua berharap anak mereka bisa pintar secara akademis atau menguasai olahraga. Padahal harapan itu belum tentu sama dengan keinginan anak.

Orangtua juga berusaha membentuk anak mereka menjadi tipe orang tertentu, anak yang riang, pekerja keras, rajin, dan sebagainya. Sekali lagi, hal itu belum tentu sesuai dengan sifat anak sebenarnya.

Jangan terlalu berekspektasi tinggi pada anak. Nikmati saja hari-hari Anda dengan si kecil apa adanya.

4. Biarkan Anak Bermain dan Bereksplorasi

Sebagai orangtua, Anda harus berusaha untuk tidak terlalu overprotektif. Izinkan anak menjadi anak, apa adanya. Biarkan mereka berlarian, main sepeda, mengeksplorasi alam, bermain dengan api. Tentu saja, Anda harus mengajari mereka tentang keamanan dan bahaya yang akan dihadapi. Namun Anda tetap harus membiarkan anak berlaku seperti anak-anak.

5. Lebih Banyak Berkata 'Iya' Daripada 'Tidak'

Secara insting, orangtua lebih suka berkata ''tidak' ketimbang 'iya' pada anak mereka. Padahal perkataan 'tidak' itu bisa dianggap anak kalau Anda terlalu mengontrol.

Usahakan jangan terlalu banyak berkata tidak padanya. Berikan anak kebebasan. Tapi bukan berarti juga Anda harus selalu mengiyakan kemauannya. Ubah perkataan tidak itu menjadi sesuatu yang lebih positif. Misalnya: "Oke, kamu boleh bermain di luar, tapi nanti setelah ibu selesai mencuci piring."

6. Stop Berusaha Mengajari Anak Secara Berlebihan

Orangtua terkadang ingin memberikan anak mereka berbagai pengetahuan. Padahal sebenarnya anak bisa belajar secara natural, tanpa harus disuruh atau dipaksa orangtuanya.

Jangan lagi memaksa anak belajar sesuatu yang sebenarnya ia tidak mau. Dorong mereka untuk bereksplorasi, membaca dan mencari tahu sendiri. Buat anak senang atau antusias pada sesuatu. Saat anak senang pada apa yang dilakukannya, dia bisa belajar.

Sebaliknya, jika Anda memaksanya, anak tetap akan melakukan apa yang Anda minta. Namun saat itu, anak tidak akan belajar banyak, selain memahami kalau Anda adalah orangtua yang suka mengontrol.

7. Berhenti Sejenak & Tempatkan Diri Pada Posisi Anak

Saat Anda marah pada si kecil, coba ambil napas dan berpikir sejenak. Lalu lihat dulu permasalahan itu dari kacamata anak. Anda marah karena ketika itu hanya melihat sesuatu dari perspektif orangtua. Padahal anak bisa jadi punya pikiran berbeda.

8. Rileks

Terakhir, nikmati saja setiap momen Anda bersama si kecil karena mereka tidak lama berada dalam masa itu. Tanpa Anda sadari, si kecil tahu-tahu sudah tumbuh menjadi anak remaja.

Jadi, rileks dan syukuri kebersamaan Anda dengannya dan jadikan setiap momen berarti. 



Sumber: Wolipop

Selasa, 09 Agustus 2011

all in here

all in here


Bisakah Laki-laki & Perempuan ’Hanya’ Berteman ?

Posted: 08 Aug 2011 01:54 AM PDT



Bagi Sofie yang lulusan Fakultas Teknik, berteman dengan pria adalah hal yang biasa. Mengingat sejak di kampus, hampir sebagian besar teman kuliahnya adalah pria. Kebetulan ia juga tipe perempuan praktis dan logis. "Temenan sama cewek ribet. Kalau ngobrol dengan cowok, saya bisa lebih cuek."
Bisa jadi cara berpikir pria memang terlihat lebih simpel dan to the point. "Kalau curhat ke cowok lebih enak untuk cari solusi." Meski ia mengaku mudah mendapat teman pria, tapi tak jarang juga ada pria yang keburu ge er karena sering menjadi tempat curhat.
Sebenarnya sudah menjadi kodrat pria dan perempuan berbeda. Seperti kata penulis best seller, John Gray, Men are from Mars & Women are from Venus. Perbedaan inilah yang membuat pria dan perempuan sering salah paham mengartikan sesuatu, termasuk pertemanan. Kalau perempuan curhat intinya sebagian besar karena mereka butuh membicarakan masalah, bukan untuk mencari solusi. Sedangkan pria, pada prinsipnya tidak senang curhat karena takut dianggap lemah. Kalaupun ada masalah mereka cenderung memecahkan sendiri. Tapi kalau ada perempuan curhat, biasanya mereka sih senang-senang saja mendengarkan. Apalagi kalau mereka naksir, mereka jadi punya harapan lebih banyak.
Sementara ketika curhat seorang perempuan ditanggapi, berarti pria tersebut perhatian. Mereka tidak menyadari bahwa belum tentu niat pria setulus itu. Maka, tak heran jika curhat antara pria dan perempuan bisa berkembang menjadi sebuah affair. Dan biasanya di kepala mereka hidden agenda yang berakhir "di tempat tidur'."Saya skeptis pria dan perempuan bisa berteman kecuali salah satunya gay,"ujar Lia. So, semua tergantung Anda – siap berteman dengan pria dan tetap waspada atau memilih berteman dengan perempuan untuk menghindari risiko?
Kalau saat ini Anda ragu terhadap pertemanan Anda, silakan jawab pertanyaan di bawah ini:
  1. Apakah Anda merasa lebih senang menceritakan keseharian Anda kepada sahabat pria daripada pasangan?
  2. Apakah Anda lebih sering curhat atau membuka 'rahasia ranjang' secara rinci kepada sahabat pria daripada pasangan?
  3. Apakah Anda terbuka pada pasangan tentang keakraban hubungan Anda dan TTM?
  4. Apakah Anda merasa nyaman bila pasangan mendengar percakapan Anda dengan TTM?
  5. Apakah Anda merasa nyaman bila pasangan melihat pertemuan Anda dan TTM?
  6. Apakah Anda merasakan getaran sensasi dalam hubungan pertemanan Anda?
  7. Apakah Anda dan TTM saling bersentuhan ketika sedang berduaan daripada di depan orang banyak?
  8. Apakah Anda sedang merasa jatuh cinta pada TTM tersebut?
Jika Anda lebih banyak menjawab "YA", berarti hubungan Anda sudah lebih dari sekadar teman biasa. Silakan revisi kembali hubungan pertemanan Anda atau mungkin saatnya jujur kepada pasangan dan memilih sahabat menjadi pacar
Kalau ingin tetap berteman (murni)…
  1. Ingatkan tujuan awal berteman
  2. Hindari secrecy (kerahasiaan) seperti meeting rendesvous atau curi-curi sms
  3. Hindari topik pembicaraan yang bersifat intim
  4. Jangan lupa kenalkan dan libatkan pasangan dalam pertemanan Anda